Design by Play Casino

Waspadai Bahaya Parfum dalam Bedak Bayi

 

Bedak bayi memiliki keunggulan mampu melembutkan kulit buah hati serta menyembuhkan ruam yang mengganggu. Kulit kemerahan yang terasa perih juga bisa sembuh lebih cepat berkat bedak bayi. Produk perawatan bayi ini tidak hanya mengandung bahan yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat, namun juga mengandung substansi yang membuatnya wangi dan segar. Nah, parfum yang dikandung dalam bedak bayi sebenarnya tidak direkomendasikan oleh para dokter mengingat aroma buatan ini tidak baik untuk kesehatan bayi. Bagaimana bisa? Ini dia penjelasannya.

Parfum memang mampu memberikan kepercayaan diri yang luar biasa apalagi jika merek parfum tersebut terkenal dan dicari banyak orang. Namun, tidak seperti manfaatnya yang membuat tubuh Anda makin harum, parfum nyatanya memiliki efek samping tidak terduga yang dapat membahayakan kesehatan. Yang lebih membahayakannya lagi adalah ketika parfum yang dikandung memiliki aroma yang terlalu tajam dengan warna mencolok.

Parfum dalam bedak bayi banyak mengandung senyawa kimia yang jumlahnya seringkali tidak dituliskan pada kemasan. Houlihan, wakil presiden dari badan penelitian EWG ( Environmental Working Group) mengatakan bahwa dari sebuah parfum, terdapat 17 jenis senyawa kimia dan hanya 3 jenis saja yang dituliskan pada label produk.

Sama seperti senyawa yang terkandung dalam sebotol parfum, pewangi dalam bedak bayi juga memiliki kandungan berbahaya yang mampu membuat si Kecil mengalami alergi. Respons berupa alergi ini bervariasi dari yang ringan hingga berat seperti pusing, bersin dan asma. Tidak menutup kemungkinan buah hati Anda akan mengalami batuk, muntah hingga iritasi kulit. Pusing dan batuk merupakan tanda bahwa saraf dalam tubuh tidak bisa menerima keberadaan senyawa kimia di sekitarnya.

Saraf yang cenderung sensitif ini pada akhirnya secara perlahan menuntun pengguna bedak bayi harum pada kerusakan sistem saraf. Beberapa gejala bahwa bayi atau Anda sudah tidak boleh menggunakan bedak bayi atau produk beraroma adalah depresi, hiperaktif, mudah mengalami iritasi kulit, mudah sakit dan beberapa perubahan perilaku atau kondisi fisik lainnya.

Nah, melihat pengaruh parfum pada bedak bayi yang cukup mengkhawatirkan, Ibu baiknya mengurangi penggunaan bedak bayi dengan tambahan pewangi berbau tajam, begitu pula dengan parfum yang Anda gunakan sendiri. Ingat Moms, tubuh bayi kesayangan masih terlalu lemah untuk dapat menoleransi aroma menyengat dari parfum. Selain karena belum mampu menoleransi, Anda juga patut menjaga kesehatan buah hati dengan memilih bedak bayi yang terbuat dari bahan alami dengan kandungan parfum yang minim. Apalagi saat ini sudah ada banyak sekali produk yang tidak mengandung parfum sama sekali sehingga sangat aman digunakan oleh si Kecil.

Sumber : Newz Flazz

Diare, Cara Pencegahan dan Pengobatannya

Diare merupakan penyakit yang paling sering diderita siapa saja. Saking seringnya, diare dianggap sebagai penyakit biasa dan lumrah sehingga dibiarkan begitu saja tanpa ada pengobatan. Sebenarnya, ada beberapa jenis diare yang tak biasa dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Diare jenis ini berbahaya dan harus segera ditangani serta diobati agar tidak menjadi serius. Apa sebenarnya diare itu? Mari kita ungkap semua tentang diare, cara pengobatan dan pencegahannya.

Mengungkap diare, cara pengobatan dan pencegahannya tidak akan lengkap bila kita belum mengenal macam-macam diare itu sendiri. Berikut ini macam-macam diare menurut dokter :

• Diare osmotik.

Adalah sejenis diare yang terjadi karea adanya pengambilan air tubuh oleh usus atau dengan kata lain, di dalam usus terjadi proses osmosis. Misalnya saja pada saat mengonsumsi obat diet yang mengandung sorbitol. Di sini, usus bukannya menyerap sorbitol tetapi malah mengambil air tubuh untuk diserap sorbitol. Akibatnya, terjadi pembuangan air tubuh terus menerus dan terjadilah diare.

• Diare sekretorik.

Adalah diare yang terjadi ketika tubuh melepaskan air ke usus di saat yang tidak seharusnya. Penyebab diare ini biasanya adalah infeksi, obat-obatan, atau kondisi lain yang menyebabkan diare sekretorik.

• Diare eksudatif.

Adalah diare yang mengacu pada keberadaan darah dan nanah di dalam tinja. Hal ini terjadi akibat adanya penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif, dan beberapa infeksi lainnya.

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, barulah kita melangkah pada diare, cara pengobatan dan pencegahannya. Cara pengobatan diare bisa disimak dalam uraian berikut ini :

  • Jika Anda mengalami diare ringan, Anda bisa membiarkannya hilang begitu saja atau jika Anda ingin meminum obat, minumlah obat generic yang sudah umum di pasaran (apotik) yang tidak memakai resep dokter. Tentu saja Anda harus membaca petunjuk pemakaiannya. Untuk mengganti air tubuh yang sudah hilang terbuang, minumlah air minimal 8 gelas sehari atau banyak makan buah yang berair. Kaldu ayam dan teh madu bagus juga untuk dikonsumsi saat diare ringan.
  • Jika diare sudah berlanjut dan membuat Anda terganggu, segera hubungi dokter. Dokter lebih tahu jenis diare yang terjadi pada Anda. Dan jika sudah tahu jenis diarenya, dokter akan member penanganan yang tepat karena berbedar jenis diare akan berbeda pula penanganannya.

Adapun cara pencegahan diare bisa dilakukan dengan cara berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, minuman, dan juga obat-obatan; selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan; juga selalu mencuci tangan dengan sabun sampai bersih setiap sebelum dan sesudah makan serta sesudah buang air besar.

Sumber : Artikel Tentang Kesehatan

Tuesday the 27th. Design by QualityJoomlaTemplates.